<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Editorial Archive - MGMP BIOLOGI KAB. BEKASI</title>
	<atom:link href="https://mgmpbiologikabbekasi.com/editorial/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mgmpbiologikabbekasi.com/editorial/</link>
	<description>Website Resmi MGMP BIOLOGI KAB. BEKASI</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 May 2026 13:02:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://mgmpbiologikabbekasi.com/wp-content/uploads/2021/09/cropped-LOGO-BULAT-MGMP-BIO-32x32.png</url>
	<title>Editorial Archive - MGMP BIOLOGI KAB. BEKASI</title>
	<link>https://mgmpbiologikabbekasi.com/editorial/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kepakan Sayap di Ruang Kelas Biologi: Memaknai Butterfly Effect dalam Pendidikan dan Transformasi Karakter</title>
		<link>https://mgmpbiologikabbekasi.com/editorial/kepakan-sayap-di-ruang-kelas-biologi-memaknai-butterfly-effect-dalam-pendidikan-dan-transformasi-karakter/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin MGMP]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2026 13:01:59 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://mgmpbiologikabbekasi.com/?post_type=editorial&#038;p=2746</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sayap Kupu-Kupu dan Ekosistem Kehidupan Oleh: Bima S. AriyoKetua MGMP Biologi SMA Kabupaten Bekasi Pada tahun 1972, seorang ahli meteorologi bernama Edward Lorenz mengajukan sebuah pertanyaan provokatif dalam konferensi sains: &#8220;Apakah kepakan sayap kupu-kupu di Brasil dapat memicu tornado di Texas?&#8221; Pertanyaan ini melahirkan konsep Butterfly Effect (Efek Kupu-Kupu), sebuah metafora dari teori kekacauan (chaos theory) yang menyatakan bahwa perubahan kecil pada kondisi awal sebuah sistem yang kompleks dapat menghasilkan dampak berskala besar di masa depan. Sebagai seorang guru Biologi, konsep tentang keterkaitan yang rumit ini bukanlah hal yang asing. Setiap hari, kita mengajarkan bagaimana satu mutasi kecil pada DNA dapat mengubah lintasan evolusi suatu spesies, atau bagaimana hilangnya satu spesies serangga kecil dapat meruntuhkan keseimbangan jaring-jaring makanan dalam sebuah ekosistem. Kita mungkin pernah mengajarkan bahwa perubahan satu basa nitrogen pada DNA dapat menyebabkan berbagai ujian hidup mulai dari masalah kesehatan, problematika sosial sebuah pasangan rumah tangga, polemik ekonomi berkaitan dengan proses pengobatan, hingga kebijakan anggaran pemerintah untuk alokasi penanganan misalnya pada fenomena pasien penderita anemia sel sabit. Gambar 1. Wabah ulat bulu yang sangat dahsyat di beberapa wilayah di Indonesia bermula dari perubahan kecil seperti perburuan burung liar dan berefek serangan tanaman, kegagalan panen, hingga problematika sosial. Namun, jika [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mgmpbiologikabbekasi.com/editorial/kepakan-sayap-di-ruang-kelas-biologi-memaknai-butterfly-effect-dalam-pendidikan-dan-transformasi-karakter/">Kepakan Sayap di Ruang Kelas Biologi: Memaknai Butterfly Effect dalam Pendidikan dan Transformasi Karakter</a> appeared first on <a href="https://mgmpbiologikabbekasi.com">MGMP BIOLOGI KAB. BEKASI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading">Sayap Kupu-Kupu dan Ekosistem Kehidupan</h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="273" height="308" src="https://mgmpbiologikabbekasi.com/wp-content/uploads/2026/05/image-1.png" alt="" class="wp-image-2741" srcset="https://mgmpbiologikabbekasi.com/wp-content/uploads/2026/05/image-1.png 273w, https://mgmpbiologikabbekasi.com/wp-content/uploads/2026/05/image-1-266x300.png 266w" sizes="(max-width: 273px) 100vw, 273px" /></figure>
</div>


<p class="has-text-align-center"><strong>Oleh: Bima S. Ariyo</strong><br><strong>Ketua MGMP Biologi SMA Kabupaten Bekasi</strong></p>



<p>Pada tahun 1972, seorang ahli meteorologi bernama Edward Lorenz mengajukan sebuah pertanyaan provokatif dalam konferensi sains: <em>&#8220;Apakah kepakan sayap kupu-kupu di Brasil dapat memicu tornado di Texas?&#8221; </em>Pertanyaan ini melahirkan konsep <em>Butterfly Effect </em>(Efek Kupu-Kupu), sebuah metafora dari teori kekacauan (<em>chaos theory</em>) yang menyatakan bahwa perubahan kecil pada kondisi awal sebuah sistem yang kompleks dapat menghasilkan dampak berskala besar di masa depan.</p>



<p>Sebagai seorang guru Biologi, konsep tentang keterkaitan yang rumit ini bukanlah hal yang asing. Setiap hari, kita mengajarkan bagaimana satu mutasi kecil pada DNA dapat mengubah lintasan evolusi suatu spesies, atau bagaimana hilangnya satu spesies serangga kecil dapat meruntuhkan keseimbangan jaring-jaring makanan dalam sebuah ekosistem. Kita mungkin pernah mengajarkan bahwa perubahan satu basa nitrogen pada DNA dapat menyebabkan berbagai ujian hidup mulai dari masalah kesehatan, problematika sosial sebuah pasangan rumah tangga, polemik ekonomi berkaitan dengan proses pengobatan, hingga kebijakan anggaran pemerintah untuk alokasi penanganan misalnya pada fenomena pasien penderita anemia sel sabit.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="728" height="398" src="https://mgmpbiologikabbekasi.com/wp-content/uploads/2026/05/image-10.jpeg" alt="" class="wp-image-2738" srcset="https://mgmpbiologikabbekasi.com/wp-content/uploads/2026/05/image-10.jpeg 728w, https://mgmpbiologikabbekasi.com/wp-content/uploads/2026/05/image-10-300x164.jpeg 300w" sizes="(max-width: 728px) 100vw, 728px" /></figure>



<p>Gambar 1. Wabah ulat bulu yang sangat dahsyat di beberapa wilayah di Indonesia bermula dari perubahan kecil seperti perburuan burung liar dan berefek serangan tanaman, kegagalan panen, hingga problematika sosial.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="437" src="https://mgmpbiologikabbekasi.com/wp-content/uploads/2026/05/image-2-1024x437.png" alt="" class="wp-image-2744" srcset="https://mgmpbiologikabbekasi.com/wp-content/uploads/2026/05/image-2-1024x437.png 1024w, https://mgmpbiologikabbekasi.com/wp-content/uploads/2026/05/image-2-300x128.png 300w, https://mgmpbiologikabbekasi.com/wp-content/uploads/2026/05/image-2-768x328.png 768w, https://mgmpbiologikabbekasi.com/wp-content/uploads/2026/05/image-2.png 1245w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Namun, jika kita menarik lensa tersebut dari mikroskop dan mengarahkannya ke ruang kelas, kita akan menyadari sebuah realitas yang jauh lebih menggugah: <strong>guru adalah &#8220;kupu-kupu&#8221; itu sendiri. </strong>Setiap kata apresiasi, setiap tatapan yang memotivasi, atau bahkan satu teguran kecil di sudut kelas atau di meja laboratorium, adalah kepakan sayap yang mampu mengubah lintasan masa depan seorang anak manusia, dan pada akhirnya, mengubah wajah masyarakat.</p>



<h1 class="wp-block-heading"><a></a>Sejarah yang Berulang dan Kepakan Sayap yang Mengubah Dunia</h1>



<p>Untuk memahami betapa dahsyatnya efek dari hal-hal kecil, kita dapat menengok lembaran sejarah. Salah satu contoh paling klasik dari <em>Butterfly Effect </em>dalam sejarah manusia adalah peristiwa pembunuhan Archduke Franz Ferdinand pada tahun 1914. Peristiwa ini terjadi hanya karena sopir sang Archduke mengambil belokan jalan yang salah di Sarajevo. Kesalahan kecil dalam navigasi itu menempatkan mobil tepat di depan sang pembunuh, Gavrilo Princip. Tembakan tersebut tidak hanya mengakhiri nyawa sang pewaris takhta, tetapi memicu reaksi berantai yang meletuskan Perang Dunia I, meruntuhkan empat kekaisaran, dan mengubah peta geopolitik dunia selamanya.Selain itu ada kisah Adolf Hitler yang ditolak dua kali oleh Akademi Seni Rupa Wina (Vienna Academy of Fine Arts) pada tahun 1907 dan 1908 karena dinilai kurang berbakat dalam melukis manusia, meskipun memiliki teknik teknis yang cukup. Penolakan ini menghancurkan impian seninya, membawanya ke dalam kemiskinan di Wina, dan memicu kebencian yang membentuk ideologi radikalnya.Ideologi radikal ini yang memicu berkembangnya faham fasis, arah perang dunia II, hingga pembantaian Holocaust oleh Nazi Jerman dibawah pimpinan Hitler.</p>



<p>Dalam dunia pendidikan, kita juga mengamati fenomena yang serupa. Sejarah sering kali berulang (<em>history repeats itself</em>). Kita melihat siklus masalah yang sama dari generasi ke generasi: krisis motivasi belajar, perundungan (<em>bullying</em>), hingga degradasi moral di kalangan remaja. Siklus ini seolah menjadi pola sejarah yang terus berputar. Namun, di sinilah letak perbedaannya: <strong>sementara sejarah rentan berulang, karakter manusia memiliki kapasitas tak terbatas untuk berubah.</strong></p>



<h1 class="wp-block-heading"><a></a>Epigenetika Pendidikan: Meretas Siklus Sejarah</h1>



<p>Dalam Biologi, kita mengenal konsep epigenetika—studi tentang bagaimana lingkungan dan perilaku dapat menyebabkan perubahan yang memengaruhi cara gen bekerja. Gen mungkin membawa kecenderungan atau &#8220;sejarah&#8221; bawaan dari leluhur, tetapi lingkunganlah yang bertindak sebagai saklar untuk menyalakan atau mematikan gen tersebut.</p>



<p>Korelasi epigenetika dengan pendidikan sangatlah kuat. Seorang siswa mungkin datang dari latar belakang keluarga yang retak (membawa &#8220;sejarah&#8221; trauma), tetapi ruang kelas yang aman dan interaksi empatik dengan gurunya bertindak sebagai intervensi lingkungan yang memutus rantai trauma tersebut. Ketika seorang guru Biologi mengajarkan tentang daya lenting (<em>resilience</em>) sebuah ekosistem setelah letusan gunung berapi, ia secara tidak langsung sedang mengajarkan tentang daya lenting jiwa manusia.</p>



<p>Carol Dweck dalam teorinya tentang <em>Growth Mindset </em>(pola pikir berkembang) menegaskan bahwa karakter dan kecerdasan bukanlah entitas statis. Kepakan sayap dari seorang guru yang menanamkan keyakinan bahwa &#8220;kamu bisa berkembang melalui usaha&#8221; dapat mengubah seorang siswa yang apatis menjadi pemikir kritis. Intervensi kecil inilah yang memutus siklus sejarah kelam seorang individu, mencegah masa lalu yang buruk mendikte masa depannya.</p>



<h1 class="wp-block-heading"><a></a>Guru Biologi sebagai Arsitek Peradaban di Era Modern</h1>



<p>Di era digital dan kecerdasan buatan saat ini, informasi biologi dapat dengan mudah diakses melalui internet. Jika peran kita hanya sebatas mentransfer pengetahuan tentang anatomi atau fotosintesis, kita telah digantikan oleh mesin pencari. Oleh karena itu, penguatan peran guru, khususnya guru Biologi, harus bergeser dari sekadar pengajar menjadi arsitek karakter.</p>



<p>Sebagai guru di era saat ini, kita harus menyadari bahwa ruang kelas adalah sistem yang sangat sensitif terhadap kondisi awal (<em>sensitive dependence on initial conditions</em>). Kita harus:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Sadar akan Dampak Mikro: </strong>Memilih kata-kata dan tindakan dengan kehati-hatian tingkat tinggi, menyadari bahwa satu umpan balik positif di lembar kerja siswa bisa menjadi katalisator rasa percaya diri mereka seumur hidup.</li>



<li><strong>Mengajarkan Kehidupan, Bukan Sekadar Ilmu Hayati: </strong>Menggunakan materi biologi—seperti simbiosis mutualisme atau adaptasi—sebagai cermin untuk mengajarkan kolaborasi, empati, dan kemampuan beradaptasi di tengah masyarakat.</li>



<li><strong>Menjadi Pemutus Rantai yang Buruk: </strong>Berani mengambil tindakan intervensi kecil namun konsisten untuk memastikan bahwa sejarah kelam (kegagalan, kenakalan remaja, atau apatisme) berhenti, dan karakter baru yang tangguh mulai tumbuh.</li>
</ol>



<p>Pada akhirnya, guru Biologi tidak hanya sedang membedah katak atau meneliti sel di bawah mikroskop. Kita sedang menyentuh benang-benang kehidupan yang saling berkelindan. Kepakan sayap kita hari ini di ruang kelas, akan menentukan badai perubahan positif seperti apa yang akan melanda dunia dua atau tiga dekade mendatang.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="941" height="513" src="https://mgmpbiologikabbekasi.com/wp-content/uploads/2026/05/image.png" alt="" class="wp-image-2739" srcset="https://mgmpbiologikabbekasi.com/wp-content/uploads/2026/05/image.png 941w, https://mgmpbiologikabbekasi.com/wp-content/uploads/2026/05/image-300x164.png 300w, https://mgmpbiologikabbekasi.com/wp-content/uploads/2026/05/image-768x419.png 768w" sizes="(max-width: 941px) 100vw, 941px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading">Daftar Pustaka</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Dweck, C. S. (2006). </strong><em>Mindset: The New Psychology of Success</em>. Random House. (Merujuk pada konsep perubahan karakter dan <em>growth mindset</em>).<ul><li><strong>Freire, P. (1970). </strong><em>Pedagogy of the Oppressed</em>. Continuum. (Merujuk pada pendekatan humanis dalam pendidikan dan peran guru sebagai agen transformasi).</li></ul><ul><li><strong>Gladwell, M. (2000). </strong><em>The Tipping Point: How Little Things Can Make a Big Difference</em>. Little, Brown and Company. (Referensi sosiologis yang sejalan dengan teori <em>Butterfly Effect </em>dalam perubahan sosial berskala besar).</li></ul>
<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Lorenz, E. N. (1972). </strong><em>Predictability: Does the Flap of a Butterfly&#8217;s Wings in Brazil set off a Tornado in Texas? </em>(Paper presented at the 139th meeting of the American Association for the Advancement of Science).</li>



<li><strong>Lipton, B. H. (2005). </strong><em>The Biology of Belief: Unleashing the Power of Consciousness, Matter &amp; Miracles</em>. Mountain of Love/Elite Books. (Merujuk pada koneksi antara keyakinan, lingkungan kelas, dan biologi/epigenetika dasar).</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p>The post <a href="https://mgmpbiologikabbekasi.com/editorial/kepakan-sayap-di-ruang-kelas-biologi-memaknai-butterfly-effect-dalam-pendidikan-dan-transformasi-karakter/">Kepakan Sayap di Ruang Kelas Biologi: Memaknai Butterfly Effect dalam Pendidikan dan Transformasi Karakter</a> appeared first on <a href="https://mgmpbiologikabbekasi.com">MGMP BIOLOGI KAB. BEKASI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>APA RESEP LULUS JADI KEPALA SEKOLAH? “HARUS BERDUIT” Loh…</title>
		<link>https://mgmpbiologikabbekasi.com/editorial/apa-resep-lulus-jadi-kepala-sekolah-harus-berduit-loh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin MGMP]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Feb 2022 15:21:04 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://mgmpbiologikabbekasi.com/?post_type=editorial&#038;p=999</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis: Medina Siti Almunawaroh, M.Pd.Kepala SMAN 18 Kota Bekasi Menyoal Rekruitment&#160;Kepala sekolah SMA/SMK/SLB di lingkungan Disdik Provinsi Jawa Barat tahun 2020/2021 kemarin, sungguh sangat menarik untuk didiskusikan. Bagaimana tidak,&#160;penyelenggaraannya&#160;menggunakan&#160;aplikasi SICAKAP pada E-RK, sebuah aplikasi untuk mengetahui&#160;prestasi kerja dan&#160;capaian kinerja bagi semua ASN khususnya di lingkungan&#160;Prov. Jabar. Seleksi ini mirip-mirip dengan ajang pencarian Bakat atau Idola semisal acara Indonesian&#160;Idol, Rising&#160;Star atau Akademi&#160;Dangdut dan lainnya. Seleksi BCKS (Bakal Calon Kepala Sekolah) lebih seru dari acara- acara&#160;serial TV yang&#160;nemiliki&#160;rating tinggi ataupun serial drama Korea yang digilai para emak dan remaja. Dulu itu hanya ada di acara TV lho, nah vote juga jadi salah satu tahapan yang harus dilewati oleh para BCKS. Merujuk pada pedoman penyusunan dan seleksi administrasi BCKS&#160; SMA/SMK/SLB Negeri di Lingkungan Disdik Jabar tahun 2020 yang dikeluarkan GTK, dengan 19 Dasar Hukum dari UU 20 Tahun 2003 sampai dengan Pergub Jabar No. 53 Tahun 2020 maka proses rekrutmen CKS DALAM PENGUSULAN BCKS sebagai berikut: Pengusulan BCKS,&#160;seleksi administrasi, seleksi substansi, Diklat Calon KS, dan&#160;bila lulus diklat, CKS memiliki STTPL sebagai Sim untuk mengelola sekolah. Apa saja syarat yang dibutuhkan oleh seorang guru untuk bisa daftar sebagai BCKS? Tidak sulit dan mudah,&#160;di antaranya&#160;pedidikan S1/D 1V dari PT terakreditas minimal B, memiliki serdik, Berpangkat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mgmpbiologikabbekasi.com/editorial/apa-resep-lulus-jadi-kepala-sekolah-harus-berduit-loh/">APA RESEP LULUS JADI KEPALA SEKOLAH? “HARUS BERDUIT” Loh…</a> appeared first on <a href="https://mgmpbiologikabbekasi.com">MGMP BIOLOGI KAB. BEKASI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penulis: Medina Siti Almunawaroh, M.Pd.<br>Kepala SMAN 18 Kota Bekasi</p>



<p>Menyoal Rekruitment&nbsp;Kepala sekolah SMA/SMK/SLB di lingkungan Disdik Provinsi Jawa Barat tahun 2020/2021 kemarin, sungguh sangat menarik untuk didiskusikan. Bagaimana tidak,&nbsp;penyelenggaraannya&nbsp;menggunakan&nbsp;aplikasi SICAKAP pada E-RK, sebuah aplikasi untuk mengetahui&nbsp;prestasi kerja dan&nbsp;capaian kinerja bagi semua ASN khususnya di lingkungan&nbsp;Prov. Jabar. Seleksi ini mirip-mirip dengan ajang pencarian Bakat atau Idola semisal acara Indonesian&nbsp;Idol, Rising&nbsp;Star atau Akademi&nbsp;Dangdut dan lainnya. Seleksi BCKS (Bakal Calon Kepala Sekolah) lebih seru dari acara- acara&nbsp;serial TV yang&nbsp;nemiliki&nbsp;rating tinggi ataupun serial drama Korea yang digilai para emak dan remaja. Dulu itu hanya ada di acara TV lho, nah vote juga jadi salah satu tahapan yang harus dilewati oleh para BCKS.</p>



<p>Merujuk pada pedoman penyusunan dan seleksi administrasi BCKS&nbsp; SMA/SMK/SLB Negeri di Lingkungan Disdik Jabar tahun 2020 yang dikeluarkan GTK, dengan 19 Dasar Hukum dari UU 20 Tahun 2003 sampai dengan Pergub Jabar No. 53 Tahun 2020 maka proses rekrutmen CKS DALAM PENGUSULAN BCKS sebagai berikut: Pengusulan BCKS,&nbsp;seleksi administrasi, seleksi substansi, Diklat Calon KS, dan&nbsp;bila lulus diklat, CKS memiliki STTPL sebagai Sim untuk mengelola sekolah.</p>



<p>Apa saja syarat yang dibutuhkan oleh seorang guru untuk bisa daftar sebagai BCKS? Tidak sulit dan mudah,&nbsp;di antaranya&nbsp;pedidikan S1/D 1V dari PT terakreditas minimal B, memiliki serdik, Berpangkat minimal Penata Gol. III/c. Berpengalaman mengajar minimal 6&nbsp;tahun, SKP 2 tahun bernilai minimal B, Berpengalaman Manajerial 2 tahun, sehat&nbsp;jasmani/rohani,&nbsp;tidak sedang dalam indisipliner atau sanksi hukum, berkelakuan baik dan berusia maksimal 56 tahun pada saat pengangkatan.</p>



<p>Berikut tahapan yang harus dilalui oleh para Calon Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB di Provinsi Jabar yang telah lulus diklat dan memiliki&nbsp; STTPL , akan ada Pegangkatan oleh Tim Pertimbangan untuk ditempatkan di satuan pendidikan dengan Periodisasi per 4 tahun.</p>



<p>Pada proses seleksi administrasi terdiri dari verifikasi pemberkasan dengan cara semua persyaratan di-upload&nbsp; di aplikasi SiCAKAPE_RK Jabar melalui Lamannya Kinerja.jabarprov.go.id/login&nbsp;dan Penskoran berkas,&nbsp;kemudian mengikuti Assesmen&nbsp;Komprehenshif Khas Jabar yaitu VoteGuru Potensial oleh Pengawas sekolah, KS, Guru,&nbsp;Orang Tua, komite dan siswa dan juga oleh Assesor. Jadi ibarat pepatah jangan sampai&nbsp;beli kucing dalam karung, siapapun bisa menilai CKS secara penilaian 360 derajat melalui Video durasi 2 menit di media You Tube yang&nbsp;disilang ke masing-masing KCD, karena tidak dibenarkan dinilai oleh KCD sendiri. Tuh&nbsp;<em>kuerren</em>&nbsp;kan?&nbsp;Selain itu ada juga Tes Problem Solving&nbsp;Ability selama 3 jam dan Kompetensi Perilaku 4 Jam.</p>



<p>Buat kamu, aku dan kita yang telanjur menyandang amanah sebagai ASN di lingkungan Disdik Jabar, wajib tahu&nbsp; ya….&nbsp;Yang unik dari seleksi BCKS ini apa sih? Disdik tidak main-main untuk&nbsp;dapat bibit unggul calon-calon KS yang berkualitas dan mumpuni,&nbsp;selain harus memiliki&nbsp;5 kompetensi&nbsp;sebagai KS, juga harus BERDUIT lho…! Penasaran dan tidak percaya? Simak ya para&nbsp;”BCKSers”.</p>



<p>Sedikit berbagi nih pengalaman saya untuk menjadi Kepala Sekolah, itu ternyata harus BERDUIT lho…, makin Penasaran kan? Berikut penjelasannya: Mengapa harus BERDUIT? Disimak ya:</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="1-ber-dedikasi-huruf-d-ke-1">1.&nbsp;&nbsp;Ber-Dedikasi (Huruf D ke 1):</h2>



<p>Dedikasi adalah sebuah pengorbanan tenaga, pikiran, dan waktu demi keberhasilan suatu usaha yang bertujuan mulia. Orang yang berdedikasi adalah orang yang mengabdikan dirinya untuk melaksanakan cita-cita luhur dan mulia, sehingga diperlukan adanya suatu keyakinan yang teguh. Yakinlah para BCKSERS bahwa jika Anda ditakdirkan menjadi KS, pasti Allah akan mempermudah langkah Bapak dan Ibu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="2-ber-usaha-huruf-u-yang-kedua">2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Ber-Usaha (Huruf U yang kedua),</h2>



<p>Usaha yang dimaksud artinya berikhtiar dengan sungguh-sungguh demi meraih apa yang diinginkan. Jangan lupa untuk tetap mensyukuri atas nikmat yang Alloh SWT berikan. Salah satu usaha yang wajib dilakuan adalah selalu meningkatkan kompetensi keterampilan baik profesional, manajerial, sosial, kepribadian, maupun kewirausahaan semua calon Kepala Sekolah harus memiliki paket lengkap dari 5 kompetensi yang dipersyaratkan, karena setelah menjabat di lapangan tiap sekolah memiliki karakteristilk tersendiri. Terkadang sebagai&nbsp;<em>decission maker</em>&nbsp;harus berani mengambil keputusan yang cepat dan tepat serta harus dapat menganalisis risiko dari sebuah keputusan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="3-ber-integritas-huruf-i-yang-ketiga">3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Ber-Integritas, (huruf I yang ketiga)</h2>



<p>Integritas diartikan sebagai suatu konsep berkaitan dengan konsistensi dalam tindakan, nilai, metode, ukuran, prinsip, ekspektasi dan berbagai hal yang dihasilkan. Seorang calon kepala sekolah harus memiliki itegritas yang tinggi yaitu memiliki pribadi jujur dan karakter yang kuat. Integritas merupakan salah satu atribut terpenting bagi seorang pemimpin. Seorang kepala sekolah adalah pemimpin di sekolahnya harus memiliki sikap yang teguh mempertahankan prinsip. Tidak mau berkorupsi waktu apalagi uang. Integritas sebagai dasar harus melekat pada diri seorang KS sebagai nilai moral.Integritas juga bisa diartikan sebagai mutu, sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan dan kejujuran.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="4-ber-talenta-huruf-t-yang-keempat">4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Ber-Talenta (huruf T yang keempat)</h2>



<p>Talenta adalah bakat yang dibawa sejak lahir, merupakan anugerah yang diberikan oleh Tuhan. Pada dasarnya setiap dari kita memiliki bakat. Bakat ini harus dilatih dan dikembangkan karena bisa hilang. Salah satu tahapan yang harus dilewati oleh para BCKS adalah Talent Mapping yaitu semacam tes bakat minat untuk menetapkan kemampuan para calon Kepala Sekolah. Ini adalah hal yang relatif baru di lingkungan Disdik Jabar. Dengan mengikuti&nbsp;<em>Talent Mapping</em>&nbsp;maka akan dengan mudah dipelajari bakat dan kemampuan dari para calon KS. Pada akhirnya hasil dari pemetaan II juga yang digunakan untuk menempatkan para calon Kepala Sekolah di sekolah yang tepat.&nbsp;</p>



<p>Nah sudah jelaskan?</p>



<p>Dari proses rekrutmen yang panjang ini akhirnya terpilih 280 orang Guru BCKS SMA/SMK dan SLB akan mengikuti Seleksi Tes Substansi yang diselenggarakan oleh LP2KS Solo pada tanggal 11 sampai dengan 15 Januari 2021. Jika layak dan lolos bersiap-siap untuk mengikuti Diklat CKS oleh LP2KS PS atau LPD yang ditunjuk.</p>



<p>Ayo Bapak/Ibu CKS persiapkan diri&nbsp;Anda&nbsp;sebaik mungkin. Jika anda Berdedikasi, Berusaha, Berikhtiar dan Bertalenta, maka Andalah yang akan lolos dan jadi Kepala Sekolah berkualitas yang akan ikut andil dalam mewujudkan Pendidikan Jabar Juara Lahir Batin, Jabar Masagi.</p>



<p>Disadur dari:&nbsp;<a href="http://beritadisdik.com/news/cerdas/-apa-resep-lulus-jadi-kepala-sekolah-----harus-berduit----loh------">http://beritadisdik.com/news/cerdas/-apa-resep-lulus-jadi-kepala-sekolah—–harus-berduit—-loh——</a></p>
<p>The post <a href="https://mgmpbiologikabbekasi.com/editorial/apa-resep-lulus-jadi-kepala-sekolah-harus-berduit-loh/">APA RESEP LULUS JADI KEPALA SEKOLAH? “HARUS BERDUIT” Loh…</a> appeared first on <a href="https://mgmpbiologikabbekasi.com">MGMP BIOLOGI KAB. BEKASI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Muqodimah Bu Iis Nuraenah, M.Pd.</title>
		<link>https://mgmpbiologikabbekasi.com/editorial/bu-iis-nuraenah-m-pd/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin MGMP]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Feb 2022 15:19:39 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://mgmpbiologikabbekasi.com/?post_type=editorial&#038;p=998</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamualaikum wrwb Salam sejahtera teruntuk guru-guru Biologi Hebat kabupaten Bekasi.Sujud syukur sya pd yg maha kuasa atas semua anugerah yg tak terhingga untuk kita semua insan pendidik biologi. Website MGMP Biologi ini dibuat dengan tujuan memberi wadah aspirasi, karya, produk, inovasi, kreatifitas dan jg silaturohim berkolaborasi dlm berbuat/ bertindak KEBAIKAN, guru biologi diharapkan dapat menjadi agen perubahan yg lebih maju di instansinya masing-masing dengan karakternya yang unggul, sehingga dapat berkontribusi dalam peningkatan pendidikan terutama di Bekasi dan Jabar Juara Lahir Bathin. Semoga dengan website ini semakin memberi inspirasi dan mengkontaminasi Bapak Ibu guru untuk selalu menibgkatkan kompetensinya baik kepribadian, sosial, profesional dan pedagogiknya. Menjadi guru yang dirindukan oleh setiap Peserta didiknya sekaligus menjadi inspirator dan motivator. Terimaksih atas supportnya selama ini di setiap kegiatan MGMP Biologi smoga Allah membalasnya dengan berjuta pahala sebagai bekal kita kembali kepadaNya.Mohon maaf atas sgala kekurangan Wassalamualaikum wrwb</p>
<p>The post <a href="https://mgmpbiologikabbekasi.com/editorial/bu-iis-nuraenah-m-pd/">Muqodimah Bu Iis Nuraenah, M.Pd.</a> appeared first on <a href="https://mgmpbiologikabbekasi.com">MGMP BIOLOGI KAB. BEKASI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Assalamualaikum wrwb</p>



<p>Salam sejahtera teruntuk guru-guru Biologi Hebat kabupaten Bekasi.<br>Sujud syukur sya pd yg maha kuasa atas semua anugerah yg tak terhingga untuk kita semua insan pendidik biologi.</p>



<p>Website MGMP Biologi ini dibuat dengan tujuan memberi wadah aspirasi, karya, produk, inovasi, kreatifitas dan jg silaturohim berkolaborasi dlm berbuat/ bertindak KEBAIKAN, guru biologi diharapkan dapat menjadi agen perubahan yg lebih maju di instansinya masing-masing dengan karakternya yang unggul, sehingga dapat berkontribusi dalam peningkatan pendidikan terutama di Bekasi dan Jabar Juara Lahir Bathin.</p>



<p>Semoga dengan website ini semakin memberi inspirasi dan mengkontaminasi Bapak Ibu guru untuk selalu menibgkatkan kompetensinya baik kepribadian, sosial, profesional dan pedagogiknya. Menjadi guru yang dirindukan oleh setiap Peserta didiknya sekaligus menjadi inspirator dan motivator.</p>



<p>Terimaksih atas supportnya selama ini di setiap kegiatan MGMP Biologi smoga Allah membalasnya dengan berjuta pahala sebagai bekal kita kembali kepadaNya.<br>Mohon maaf atas sgala kekurangan</p>



<p>Wassalamualaikum wrwb</p>
<p>The post <a href="https://mgmpbiologikabbekasi.com/editorial/bu-iis-nuraenah-m-pd/">Muqodimah Bu Iis Nuraenah, M.Pd.</a> appeared first on <a href="https://mgmpbiologikabbekasi.com">MGMP BIOLOGI KAB. BEKASI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
